Orang selalu cakap,
"terlajak perahu boleh diundur, terlajak kata buruk padahnya"
"Kerana mulut badan binasa"
Sesak dada fikir apa mulut dah cakap hari ini.
Wallahi. Sedih. Menyesal. Tak terkira menyesalnya.
Dari dulu saya selalu ingatkan diri, nak buat solat sunat bagai, qiam dan ibadah itu ini bukan nak tunjukkan dekat orang lain yang kita ni lebih baik daripada mereka.
Kita nak Allah pandang kita.
Kita nak cinta Allah dalam hati kita.
Saya takut dengan penyakit riak. penyakit takbur. penyakit perasan bagus. penyakit perasan alim.
Berasa bangga dengan ibadah ibadah yang kita rasa orang lain tak buat tapi kita buat.
T.T
Mungkin saya patut isolate diri.
Dan diam.diam.diam.
Supaya ibadah saya, Allah dan saya saja yang tahu.
Supaya keihklasan saya tidak tergugat.
Dunia tak sepatutnya menjadi penghalang saya dan cinta Allah.
Kerana saya manusia biasa.
Yang lemah dan hina tanpa Allah disisi saya.
"Tuhan betapa aku malu atas semua yang Kau beri padahal diriku terlalu sering membuatMU kecewa
entah mungkin karna ku terlena sementara Engkau beri aku kesempatan berulang kali agar aku kembali
dalam fitrahku sebagai manusia untuk menghambakanMU
betapa tak ada apa-apanya aku dihadapanMU
reff:aku ingin mencintaiMU
setulusnya,sebenar-benar aku cinta
dalam do'a dalam ucapan dalam setiap langkahku
aku ingin mendekatiMU selamanya
sehina apapun dirikukuberharap untuk bertemu denganMU ya Rabbi"
entah mungkin karna ku terlena sementara Engkau beri aku kesempatan berulang kali agar aku kembali
dalam fitrahku sebagai manusia untuk menghambakanMU
betapa tak ada apa-apanya aku dihadapanMU
reff:aku ingin mencintaiMU
setulusnya,sebenar-benar aku cinta
dalam do'a dalam ucapan dalam setiap langkahku
aku ingin mendekatiMU selamanya
sehina apapun dirikukuberharap untuk bertemu denganMU ya Rabbi"
notakaki: lagu yang pernah menggugurkan airmata Beta suatu ketika dulu. Lirik yang sangat bermakna. Kan?
No comments:
Post a Comment